Kemendikbud Ristek Tetapkan Bahasa Devayan Simeulue sebagai WTB

- 18 Mei 2024, 17:20 WIB
Salah satu Pantai di Simeulue, Aceh /Instagram/@hadysurya_
Salah satu Pantai di Simeulue, Aceh /Instagram/@hadysurya_ /

JURNALACEH.COM - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, telah mengumumkan bahwa Bahasa Devayan, yang digunakan oleh masyarakat Pulau Simeulue, telah diakui sebagai warisan budaya tak benda (WTB) oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) Republik Indonesia.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Simeulue, Asmanuddin, menjelaskan bahwa Bahasa Devayan merupakan bahasa asli masyarakat Pulau Simeulue dan saat ini resmi tercatat sebagai bagian dari warisan budaya tak benda.

Ia menambahkan bahwa Bahasa Devayan adalah salah satu dari empat bahasa asli yang digunakan oleh masyarakat Pulau Simeulue, selain Bahasa Sigulai, Bahasa Simolol, dan Bahasa Lekon.

Baca Juga: Pj Gubernur Aceh Resmi Buka MTQ Ke-36 Di Simeulue

"Asmanuddin juga menyatakan bahwa setelah Bahasa Devayan, pihaknya juga akan mengusulkan tiga bahasa asli lainnya untuk mendapatkan pengakuan sebagai warisan budaya tak benda. Langkah ini diambil untuk menjaga keberlangsungan bahasa asli masyarakat Pulau Simeulue," ujar Asmanuddin yang dikutip JurnalAceh.com dari aceh.antaranews.com.

Tak hanya Bahasa Devayan, tetapi beberapa unsur budaya lainnya juga telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda, seperti semong nafi-nafi, nandong, dan memek makanan tradisional khas Simeulue.

"Hingga saat ini, sudah empat unsur budaya tak benda dari masyarakat Pulau Simeulue yang mendapatkan sertifikat pengakuan dari Kemendikbudristek RI," tambah Asmanuddin.

Baca Juga: 7 Tempat Wisata di Simeulue Aceh Terbaru & Paling Hits yang Wajib Dikunjungi!

Di samping penetapan Bahasa Devayan sebagai warisan budaya tak benda, Kemendikbudristek RI juga memberikan penghargaan kepada Mohd Riswan R sebagai maestro Bahasa Devayan.

"Saing Mohd Riswan R, yang telah diberi penghargaan sebagai maestro Bahasa Devayan, adalah salah satu dari upaya dalam melestarikan bahasa tersebut agar tidak punah," jelas Asmanuddin.

Halaman:

Editor: Fauzi Jurnal Aceh


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah