Pemerintah Aceh Resmi Tetapkan Libur Tasyrik Idul Adha 1445 Hijriah

- 11 Juni 2024, 20:34 WIB
Pj Gubernur Aceh Bustami Hamzah (ANTARA/HO/Humas Pemprov Aceh)
Pj Gubernur Aceh Bustami Hamzah (ANTARA/HO/Humas Pemprov Aceh) /

JURNALACEH.COM - Pemerintah Provinsi Aceh telah menetapkan libur hari tasyrik Idul Adha 1445 Hijriah untuk masyarakat dan aparatur sipil negara (ASN) di tanah rencong. Libur ini akan berlangsung pada tanggal 19-20 Juni 2024. Hal ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Pj) Gubernur Aceh, Bustami Hamzah, dalam konferensi pers di Banda Aceh pada hari Senin.

Keputusan penetapan libur tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Aceh Nomor 100.3.3.1/845/2024 Tentang Penetapan Hari Raya yang diliburkan setelah Idul Adha 1445 H/2024 Masehi. Bustami menjelaskan bahwa kebijakan ini sesuai dengan ketentuan dalam agama Islam yang melarang umatnya beraktivitas selama berlangsungnya hari tasyrik Idul Adha.

Menyikapi kebijakan ini, Bustami juga menegaskan bahwa dua hari libur untuk melengkapi hari tasyrik akan diganti dengan dua hari kerja pada Sabtu 22 Juni 2024, dan Sabtu 29 Juni 2024 di pekan berikutnya. Hal ini dilakukan untuk memastikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Penumpang Jelang Idul Adha, KAI Tambah Belasan Kereta Tambahan

Penerimaan kebijakan ini tidak hanya dari pihak pemerintah, namun juga dari kalangan ulama. Salah seorang ulama muda Aceh, Ustadz Masrul Aidi, menyatakan bahwa kebijakan tersebut telah lama ia suarakan. Ia mengapresiasi respons positif dari pemerintah Aceh dan berharap kebijakan ini tidak bersifat temporer, melainkan permanen dengan pembuatan qanun.

Dengan demikian, penetapan libur tasyrik Idul Adha di Aceh tidak hanya merupakan kebijakan administratif semata, tetapi juga mencerminkan komitmen untuk menjaga nilai-nilai agama dan keistimewaan daerah dalam pelaksanaan syariat Islam.
Merayakan Kebesaran dan Kebaikan: Idul Adha

Setiap tahun, umat Muslim di seluruh dunia merayakan Idul Adha, salah satu perayaan terpenting dalam agama Islam. Idul Adha, yang juga dikenal sebagai Hari Raya Haji, tidak hanya merupakan momen penting dalam tradisi agama, tetapi juga membawa makna mendalam tentang pengorbanan, kebersamaan, dan belas kasihan.

Makna dan Sejarah

Idul Adha dirayakan untuk memperingati kesetiaan dan ketundukan Nabi Ibrahim kepada Allah. Kisah tersebut menggambarkan bagaimana Nabi Ibrahim bersedia mengorbankan putranya, Ismail, sebagai tanda ketaatan kepada perintah Allah.

Namun, sebelum tindakan itu terlaksana, Allah mengirimkan domba untuk digunakan sebagai gantinya. Kejadian ini menegaskan pentingnya ketaatan dan kepercayaan kepada Allah dalam kehidupan seorang Muslim.

Halaman:

Editor: Fauzi Jurnal Aceh


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah