Kepala Desa di Aceh Jaya Didakwa Korupsi Tanah Senilai Rp12,6 Miliar

- 11 Juni 2024, 22:09 WIB
Ilustrasi Kejaksaan/freepik.com/@freepik
Ilustrasi Kejaksaan/freepik.com/@freepik /

JURNALACEH.COM - Jaksa penuntut umum membacakan dakwaan terhadap seorang kepala desa di Kabupaten Aceh Jaya, yang didakwa melakukan korupsi pertanahan dengan kerugian negara mencapai Rp12,6 miliar.

Dakwaan itu disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum Ronald Reagan dari Kejaksaan Negeri Aceh Jaya dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Banda Aceh.

Terdakwa, Muhtar, menjabat sebagai Kepala Desa Paya Laot, Kecamatan Setia Bakti, Kabupaten Aceh Jaya, pada 2016 dan 2017. Sidang dipimpin oleh Hamzah Sulaiman, dengan Muhtar hadir didampingi penasihat hukumnya, Putra Pratama Sinulingga dan kawan-kawan.

Baca Juga: Pejabat Pemkab di Aceh Besar Dituntut 6,5 Tahun Penjara atas Kasus Korupsi Retribusi Pasar

Menurut dakwaan JPU, Muhtar terlibat dalam tindak pidana korupsi redistribusi sertifikat tanah di Desa Paya Laot selama 2016-2017, yang menyebabkan hilangnya kekayaan negara dengan luas tanah sertifikat mencapai 5,14 juta meter persegi lebih, setara dengan kerugian negara Rp12,6 miliar lebih.

Muhtar dijerat dengan Pasal 2 dan Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Namun, penasihat hukumnya menyatakan tidak mengajukan eksepsi terhadap dakwaan jaksa.

Putra Pratama menjelaskan bahwa Muhtar hanya menerbitkan surat persyaratan pendaftaran tanah untuk penerbitan sertifikat, sementara penerbitan sertifikat dilakukan oleh kantor Badan Pertanahan Nasional. Mereka juga berencana memanggil saksi-saksi yang meringankan dalam persidangan mendatang.

Demikianlah rangkaian dakwaan dan tanggapan dari pihak terdakwa dalam kasus korupsi pertanahan yang mencuat di Aceh Jaya.

Baca Juga: MAKI Mendorong Sinergi APH dalam Pemberantasan Korupsi Pertambangan

Menggali Kedalaman Permasalahan Korupsi: Dampak, Tantangan, dan Upaya Pemberantasan

Halaman:

Editor: Fauzi Jurnal Aceh


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah