Kurangi Limbah Plastik: Mahasiswa PPG Prajabatan USK Laksanakan Pelatihan Pembuatan Ecobrick

- 13 Mei 2023, 08:35 WIB
Foto bersama pada Pelatihan Mengubah Sampah Plastik Menjadi Ecobrick/ Ulfa Maghfirah
Foto bersama pada Pelatihan Mengubah Sampah Plastik Menjadi Ecobrick/ Ulfa Maghfirah /

JURNALACEH.COM- Keprihatinan Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh terhadap banyaknya produksi limbah plastik di Banda Aceh mendorong mereka mengadakan Pelatihan Pembuatan Ecobrick dari Sampah Plastik, di Aula Serbaguna Gampong Laksana, Jum’at 12 Mei 2023.

Kegiatan yang bekerjasama dengan Lingkar Remaja Gampong Laksana (Laskar Peulara) tersebut dibuka langsung oleh Dosen FKIP Pendidikan Bahasa Indonesia USK, Muhammad Idham,S.Pd., M.Ed., yang juga ditunjuk sebagai Dosen Pembimbing Proyek pada kegiatan ini. Dalam sambutannya, beliau mengajak para remaja untuk turut andil dalam menjaga lingkungan sekitar melihat banyaknya produksi limbah plastik yang dihasilkan masyarakat Banda Aceh setiap harinya, salah satunya adalah dengan membuat Ecobrick.

“Semoga kita bisa bersama-sama berpartisipasi dalam menjaga lingkungan, terutama dalam urusan sampah. Mungkin hasil dari kegiatan ini tidak tampak hari ini, tetapi akan sangat berguna suatu hari nanti” imbuhnya.

Baca Juga: Mahasiswa Kampus Muhammadiyah Galang Dana untuk Pesantren Bustanul Huda yang Terbakar di Abdya

Kegiatan ini juga turut menghadirkan narasumber yaitu, Rosdiana, S.T., M.T., selaku Kasi Teknologi dan Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh. Dalam paparan materinya, Rosdiana menyampaikan perilaku membuang sampah sembarangan, khususnya limbah plastik, yang dilakukan masyarakat Aceh saat ini dapat memberikan dampak yang buruk terhadap lingkungan, tidak hanya mencemari lingkungan darat namun juga dapat merusak biota laut dan sungai, sehingga sangat dibutuhkan kesadaran invidu dalam menjaga lingkungan sekitar agar tetap indah.

Rosdiana menambahkan, ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk berpartisipasi dalam penanganan limbah plastik. Menurutnya, pembuatan Ecobrick dapat dijadikan solusi dalam mengurangi gunungan sampah plastik di Banda Aceh.

“Salah satu cara mengolah sampah plastik adalah dengan membuat Ecobrick. Ecobrick merupakan jenis pengolahan sampah non-organik yang kita ketahui sebagai bata ramah lingkungan yang terbuat dari botol yang diisi dengan sampah plastik hingga padat, kemudian dapat dirangkai menjadi meja, bangku, dan lain-lain” jelasnya.

Baca Juga: Dari 777 yang Mendaftar di 203 Kampus, Unmuha Terima 200 Mahasiswa Program PMM Merdeka

Kegiatan yang bertujuan untuk mengajak para remaja untuk peduli terhadap lingkungan ini digelar dalam dua kali pertemuan, yaitu pengenalan Ecobrick dan finalisasi pembuatan Ecobrick. Acara ini ikut serta mengundang perwakilan perangkat Gampong Laksana dan remaja-remaja dari Gampong Laksana dan sekitarnya sebagai peserta pelatihan.

Di akhir kegiatan, peserta pelatihan memamerkan produk-produk layak guna berupa meja dan bangku dari 25 lebih botol Ecobrick yang telah mereka rangkai sejak pertemuan pertama pada minggu lalu. Acara ditutup dengan pembagian dorprize dan foto bersama. ***

Update berita dan artikel menarik lainnya di Google News

Editor: Farhan Nurhadi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah